10.21.2008

Fluktuasi Iman

man yang ada dalam hati seorang Muslim tidak tetap dalam satu keadaan, selalu mengalami perubahan. Terkadang naik, terkadang turun. Fluktuasi iman ini sudah disebutkan oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya, ''Iman itu kadang naik kadang turun, maka perbaharuilah iman kalian dengan la ilaha illallah.'' (HR Ibn Hibban)

Rasulullah SAW tidak mengingkari keadaan iman yang demikian, oleh karena itu beliau mendorong dan memberi arahan kepada umatnya untuk selalu memperbaharui dan menjaga kondisi iman supaya jangan sampai turun drastis, yang pada akhirnya akan mengantarkan ke dalam jurang kehinaan. Karena dengan kondisi seperti itu akan mudah mengantarkan seseorang untuk berbuat dosa.

Nasihat dan petunjuk Rasulullah itu betul-betul diperhatikan oleh para sahabatnya, karena mereka pun mengakui dan mengalami fluktuasi keimanan. Dalam hal ini Umar bin Khathab berkata kepada sahabat yang lain: ''Marilah kita perbaharui keimanan kita.''



Mu'adz bin Jabal berkata, ''Marilah duduk bersama kami, untuk beriman sesaat.'' Perkataan Mu'adz ini bukan menunjukkan bahwa mereka tidak beriman sama sekali, tapi dia mengajak untuk meningkatkan keimanan setelah disibukkan oleh berbagai urusan dunia yang kadang menyebabkan kita lupa pada kondisi iman kita.

Sebenarnya banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menambah keimanan, di antaranya dengan menuntut ilmu, karena dengan ilmu itu akan mengantarkan orang untuk tahu akan Tuhannya. Allah berfirman: ''Sesungguhnya Allah mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.'' QS Annur [24]: 53).

Cara lain adalah dengan membaca, menelaah, mentadaburi Alquran. Sebagaimana firmannya, ''Katakanlah: Tuhanku menyuruhku untuk berlaku adil. Hadapkanlah wajahmu (kepada Allah) dan sembahlah dengan mengikhlaskan ibadah semata-mata kepada-Nya.'' (QS Al A'raf [7]: 29).

Sebaliknya, di antara hal-hal yang menyebabkan keimanan seseorang menurun adalah perbuatan maksiat. Rasulullah SAW bersabda, ''Sesungguhnya jika seorang Muslim berbuat dosa, maka terjadilah di hatinya satu bintik hitam. Jika ia bertaubat dan meninggalkan perbuatan itu maka bersihlah kembali hatinya. Jika tidak bertobat dan terus dosanya itu, maka bertambah banyaklah bintik hitam itu sehingga tertutup hatinya. Itulah ron (warna hitam) yang disebut dalam Alquran.

Oleh karena itu, marilah kita menjaga keimanan kita dan senantiasa meningkatkannya, apalagi di zaman sekarang ini, di mana kemaksiatan semakin merajalela di tengah kita, yang apabila tidak waspada, bisa terperosok ke dalamnya. Wallahu a'lam bish-shawab.



(Deden Senjaya )
Republika

Readmore »

10.04.2008

Selamat Idul Fitri 1429 H

Tak terasa selama sebulan penuh kita ditempa dengan haus,lapar dan dahaga. letih tidak dirasa panasnya ujian dibulan tak dihiraukan karena hanya ingin mengharap ridho dan ampunan dari-Nya. Ramadhan adalah ujian kesabaran bagi kita dalam kehidupan, Allah memberikan Ramdhan bagi Kita untuk memperbaiki diri sungguh amat sedih dengan ditinggalkanya ramadhan yang penuh barokah.
wahai ramadhan akan kah kita berjumpa lagi dengan dirimu bulan seribu bulan,?Ramadhan kami rela jika engkau meninggalkan kami namun sungguh teramat sedih hati ini karena kepergian dirimu, namun meskipun sedih Allah telah memisahkan engakau dengan kami.
Dengan segenap hati dan jiwa kini telah tiba hari nya yang ditunggu-tunggu sebagai titik nol dalam kesucian lahir dan batin tanda berakhirnya ramadhan,idul Fitri 1429 H datang menyapa kita dengan ramah menyambut kedatangan serta kemenangan bagi orang beriman.
akhirnya saya ucapkan "Minal Aidzin Walfaidzin Mohon Maaf Lahir dan Batin 1429 H" atas segala khilaf dalam penulisan artikel ini.semoga Allah yang maha segala memasukan kita pada golongan orang yang bertakwa.amin


Readmore »