8.16.2008

Menyambut Ramadhan (1) Amalan bulan Sya'ban

Mari kita sambut bulan Ramadhan yang penuh berkah mulai bulan Sya'ban ini. Kita persiapkan diri kita baik fisik dan rohani untuk bulan yang penuh karunia tersebut.

Mempersiapkan rohani kita adalah dengan mulai mempelajari hal-hal penting yang perlu kita amalkan selama bulan tersebut. Kita buka kembali pelajaran fiqhus-syiyam kita, yaitu fikih berpuasa yang benar dan sesuai ajaran. Kita sadarkan diri dan kesadaran kita akan pentingnya bulan tersebut bagi agama dan keimanan kita.

Secara fisik, kita juga harus mempersiapkan diri di bulan ini dengan melatih diri memperbanyak ibadah dan khususnya puasa. Itulah salah satu hikmah kita dianjurkan memperbanyak puasa pada bulan Sya'ban ini. Dan di bulan Sya'ban ini juga ada malam nisfu sya'ban, yaitu malam pertengahan bulan Sya'ban. Lepas dari kuat tidaknya dalil mengenai amalam pada malam tersebut, namun malam itu bisa kita jadikan waktu pengingat kembali akan persiapan-persiapan kita dalam menyambut bulan Ramadhan yang penuh maghfirah. Berikut ini hadist-hadist seputar keutamaan bulan Sys'ban semoga bisa kita baca dan amalkan:
Dari Aisyah r.a. beliau berkata:"Rasulullah s.a.w. berpuasa hingga kita mengatakan tidak pernah tidak puasa, dan beliau berbuka (tidak puasa) hingga kita mengatakan tidak puasa, tapi aku tidak pernah melihat beliau menyempurnakan puasa satu bulan penuh kecuali bulan Ramadhan dan aku tidak pernah melihat beliau memperbanyak puasa selain bulan Ramadhan kecuali pada bulan Sya'ban". (h.r. Bukhari). Beliau juga bersabda:"Kerjakanlah ibadah apa yang engkau mampu, sesungguhnya Allah tidak pernah bosan hingga kalian bosan".

Usamah bin Zaid bertanya kepada Rasulullah s.a.w.:'Wahai Rasulullah, aku tidak pernah melihatmu memperbanyak berpuasa (selain Ramadhan) kecuali pada bulan Sya'ban? Rasulullah s.a.w. menjawab:"Itu bulan dimana manusia banyak melupakannya antara Rajab dan Ramadhan, di bulan itu perbuatan dan amal baik diangkat ke Tuhan semesta alam, maka aku ingin ketika amalku diangkat, aku dalam keadaan puasa". (h.r. Abu Dawud dan Nasa'i).

Dari A'isyah: "Suatu malam rasulullah salat, kemudian beliau bersujud panjang, sehingga aku menyangka bahwa Rasulullah telah diambil, karena curiga maka aku gerakkan telunjuk beliau dan ternyata masih bergerak. Setelah Rasulullah usai salat beliau berkata: "Hai A'isyah engkau tidak dapat bagian?". Lalu aku menjawab: "Tidak ya Rasulullah, aku hanya berfikiran yang tidak-tidak (menyangka Rasulullah telah tiada) karena engkau bersujud begitu lama". Lalu beliau bertanya: "Tahukah engkau, malam apa sekarang ini". "Rasulullah yang lebih tahu", jawabku. "Malam ini adalah malam nisfu Sya'ban, Allah mengawasi hambanya pada malam ini, maka Ia memaafkan mereka yang meminta ampunan, memberi kasih sayang mereka yang meminta kasih sayang dan menyingkirkan orang-orang yang dengki" (H.R. Baihaqi) Menurut perawinya hadis ini mursal (ada rawi yang tidak sambung ke Sahabat), namun cukup kuat.

Dalam hadis Ali, Rasulullah bersabda: "Malam nisfu Sya'ban, maka hidupkanlah dengan salat dan puasalah pada siang harinya, sesungguhnya Allah turun ke langit dunia pada malam itu, lalu Allah bersabda: "Orang yang meminta ampunan akan Aku ampuni, orang yang meminta rizqi akan Aku beri dia rizqi, orang-orang yang mendapatkan cobaan maka aku bebaskan, hingga fajar menyingsing." (H.R. Ibnu Majah dengan sanad lemah).

Ulama berpendapat bahwa hadis lemah dapat digunakan untuk Fadlail A'mal (keutamaan amal). Walaupun hadis-hadis tersebut tidak sahih, namun melihat dari hadis-hadis lain yang menunjukkan kautamaan bulan Sya'ban, dapat diambil kesimpulan bahwa malam Nisfu Sya'ban jelas mempunyai keuatamana dibandingkan dengan malam-malam lainnya.

Bagaimana merayakan malam Nisfu Sya'ban? Adalah dengan memperbanyak ibadah dan salat malam dan dengan puasa. Adapun meramaikan malam Nisfu Sya'ban dengan berlebih-lebihan seperti dengan salat malam berjamaah, Rasulullah tidak pernah melakukannya. Sebagian umat Islam juga mengenang malam ini sebagai malam diubahnya kiblat dari masjidil Aqsa ke arah Ka'bah.

Jadi sangat dianjurkan untuk meramaikan malam Nisfu Sya'ban dengan cara memperbanyak ibadah, salat, zikir membaca al-Qur'an, berdo'a dan amal-amal salih lainnya. Wallahu a'lam

Readmore »

DOA AGAR TERKABUL

Sering kita berdo'a, tetapi seberapa seringkah do'a kita terkabul? Berikut adalah tip-tip dari Rasulullah saw agar do'a kita dikabul.

1. Yakinlah.

Hati manusia adalah kandungan rahasia dan sebagian lebihmampu merahasiakan dari yang lain. Bila kamu mohon sesuatukepada Allah 'Azza wajalla maka mohonlah dengan penuh
keyakinan bahwa do'amu akan terkabul. Allah tidak akan mengabulkan do'a orang yang hatinya lalai dan lengah. (HR.
Ahmad)

2. Pada Sepertiga Malam

Apabila tersisa sepertiga dari malam hari Allah 'Azza wajalla turun ke langit bumi dan berfirman : "Adakah orang yang berdo'a kepadaKu akan Kukabulkan? Adakah orang yang beristighfar kepada-Ku akan Kuampuni dosa- dosanya? Adakah orang yang mohon
Adakah orang yang mohon dibebaskan dari kesulitan yang dialaminya akan Kuatasi kesulitan-kesulitan nya?" Yang demikian (berlaku) sampai tiba waktu fajar (subuh). (HR.Ahmad)

3 Tolonglah orang lain

Barangsiapa ingin agar do'anya terkabul dan kesulitan-kesulitan nya teratasi hendaklah dia menolong orang yang dalam kesempitan. (HR. Ahmad)Mudah-mudahan kita semua menjadi orang-orang yang do'anya dikabul.



Readmore »

CALON PRESIDEN INDONESIA


Hidayat Nurwahid
Dari PKSpedia
Dr.H. Hidayat Nur Wahid, MA
Hidayat Nur Wahid
Tanggal lahir: 8 April 1960
Tempat lahir: Klaten, Jawa Tengah
Istri: Hj. Kastian Indriawati

Dr. H. Hidayat Nur Wahid,MA adalah Ketua MPR Indonesia untuk periode 2004-2009 dan Presiden Partai Keadilan Sejahtera dari 21 Mei 2000 hingga 11 Oktober 2004.

Hidayat Nur Wahid terpilih menjadi Ketua MPR RI periode 2004-2009 dengan selisih dua suara dari calon yang diusung Koalisi Kebangsaan.

Hidayat mempunyai empat anak: Inayatu Dzil Izzati, Ruzaina, Alla Khairi, dan Hubaib Shidiqi.

Pendidikan

* SDN Kebondalem Kidul I, Prambanan Klaten, 1972
* Pondok Pesantren Walisongo, Ngabar Ponorogo, 1973
* Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, 1978
* IAIN Sunan Kalijogo, Yogyakarta (Fakultas Syari'ah), 1979
* Fakultas Dakwah dan Ushuluddin Universitas Islam Madinah Arab Saudi, 1983
* Judul Skripsi Mauqif Al-Yahud Min Islam Al Anshar
* Program Pasca Sarjana Universitas Islam Madinah Arab Saudi, jurusan Aqidah, 1987
* Judul Skripsi Al Bathiniyyaun Fi Indonesia, Ardh wa Dirosah
* Program Doktor Pasca Sarjana Universitas Islam Medina, Arab Saudi, Fakultas Dakwah & Ushuludiin, Jurusan Aqidah, 1992
* Judul Skripsi Nawayidh lir Rawafidh Lil Barzanji, Tahqiq wa Dirosah

Pekerjaan

1. Dosen Pasca Sarjana Magister Studi Islam, UMJ
2. Dosen Pasca Sarjana Magister Ilmu Hukum, UMJ
3. Dosen Pasca Sarjana IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta
4. Dosen Fakultas Ushuluddin (Program Khusus) IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta
5. Dosen Pasca Sarjana Universitas Asy-Syafiiyah, Jakarta
6. Ketua LP2SI (Lembaga Pelayanan Pesantren dan Studi Islam) Yayasan Al-Haramain, Jakarta
7. Dewan Redaksi Jurnal Ma'rifah
8. Ketua Forum Dakwah Indonesia

Organisasi

1. Anggota PII, 1973
2. Andalan Koordinator Pramuka Gontor bidang kesekretariatan, 1977-1978
3. Training HMI IAIN Yogyakarta, 1979
4. Sekretaris MIP PPI Madinah, Arab Saudi, 1981-1983
5. Ketua I Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Saudi Arabia (1983-1985)
6. Peneliti LKFKH (Lembaga Kajian Fiqh dan Hukum) Al Khairot
7. Ketua Umum LP2SI (Lembaga Pelayanan Pesantren dan Studi Islam) Al-Haramain Jakarta, sejak 1993
8. Anggota Pengurus badan Wakaf Pondok Modern Gontor, 1999
9. Dewan Redaksi Jurnal Kajian Islam Ma’rifah, Jakarta
10. Anggota Badan Wakaf Pondok Modern Gontor sejak tahun 1998
11. Ketua Dewan Pendiri Partai Keadilan
12. Ketua Majelis Pertimbangan Partai Partai Keadilan 1998-1999
13. Pengasuh tetap Rubrik Tafsir, Buletin Tafakur.
14. Presiden Partai Keadilan 2000-2004
15. Anggota Steering Commitee IIFTIHAR untuk International Seminar and Workshap on Islamic Economics (1999)
16. Pengurus Islamic Center Iqro, Bekasi.

Seminar

1. Menghadiri undangan MASG di IIlinois, AS, 1994 (Menyampaikan prasaran)
2. Menghadiri undangan International Islamic Student Organisation di Istambul, Turki, 1996
3. Seminar Internasional madrasah wak Tanjung Al-Islamiyyah, Singapore, 1998 (Menyampaikan makalah).
4. Menghadiri undangan Seminar International dari Moslem Association of Britain di Manchester dan London.
5. Seminar mahasiswa Indonesia di Malaysia, 1999 (Menyampaikan makalah).
6. Seminar Internasional dari LIPIA dari Universitas Imam Muhammad bin Saud Riyadh, di Jakarta (Menyampaikan makalah), 1999 bersama KH. Irfan Zidny, MA, Prof.Ismail Sunni dan KH. Abdullah Syukri Zarkasi, MA.
7. Menghadiri seminar Internasional di Universitas Ibnu Khaldun, Bogor, bekerjasama dengan Universitas Imam Muhammad Saud, Jakarta 1999.
8. Menghadiri undangan festival nasional dan seminar internasional Janadriyah, Riyad, Arab Saudi (tahun 2000) bersama Prof. Dr. Nurcholis Madjid dan Prof. Dr. Amien Rais.
9. Menghadiri undangan seminar Perkembangan Islam di Eropa dari Islamiska Forbundet I Sverige, Stockholm, Swedia.
10. Berbagai seminar di dalam negeri
11. Membimbing dan menguji tesis master mahasiswa pasca sarjana Universitas Muhammadiyah dan IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Karya Ilmiah

1. Mauqiful Yahud min al Islam al-Anshor
2. Al Bathiniyun fi Indonesia ‘Ardhun wa Dirosah
3. An Nawafidh li ar Rawafidh Tahqiqun wa Dirosah
4. Mukhtashar an Nawafidh li Muhammad At Tamimiy (Tahqiqun wa Dirosah)
5. Hizbul ‘Adalah Ka Harakah Islamiyah fi Indonesia
6. Jawanib Min al Bina Siasy wal Hadhori lil malik Abdul Aziz al Saud rahimahullah
7. Tajdid sebagai Sebuah Gerakan (Jurnal Ma’rifah 1997)
8. Sejarah Pemikiran Islam dalam Lintasan
9. Syi’ah dalam Lintasan Sejarah
10. Inklusivisme dalam Pemikiran Islam Klasik
11. Kajian atas Kajian Pemikiran Dr Fatima Marnisi tentang Hadis Misogini

Kata Pengantar buku-buku terjemahan

1. Prinsip-prinsip Islam untuk kehidupan oleh Prof. Sholeh Shawi
2. Ensiklopedi Figh wanita oleh Prof. Abdul Karim Zaid (cetakan Rabbani Pres)
3. Pengantar studi Islam oleh Ust. Prof. Yusuf Al Qordhowi (cetakan Al-Kautsar)
4. As-Sunnah sebagai sumber ilmu dan kebudayaan oleh Ust. Prof. Yusuf Al Qordhowi (cetakan Al-Kautsar)
5. Fitnah Kubro, klarifikasi sikap para sahabat oleh Prof. Amhazun (cetakan Al-Haramain)
6. Kajian atas kajian Hadits Misogini (dalam buku Feminisme)
7. Tadabbur Surah Al Kahfi (dalam bulletin Tafakkur)
8. Tadabbur Surah Yasin (dalam bulletin Tafakur)
9. Editor terjemah tafsir Ibnu Katsir
10. Menulis rubrik HIKMAH di harian REPUBLIKA
11. Beberapa makalah diseminar-seminar
12. Tajdid sebagai sebuah harakah (jurnal Ma'rifah)
13. Revivalisme Islam dan Fundamentalisme sekuler dalam sorotan sejarah (dalam buku menggugat gerakan pembaharuan Islam)
14. Inklusivisme Islam dalam literatur klasik (dalam jurnal Profetika)


Readmore »

Tokoh


Menikmati Hidup Bersama Dakwah

Sudah menjadi tradisi di internal Partai Keadilan Sejahtera (PKS), setiap kader harus siap menerima amanah/tanggung jawab dari Majelis Syuro (MS), forum tertinggi partai. Diangkat atau diberhentikan oleh MS dari jabatan tertentu harus diterima dengan legowo dan ikhlas. Hal ini pula yang dialami Tifatul Sembiring, Ketua Umum PKS sekarang.

Menurutnya, semula ia tidak menduga jika partai berlambang bulan sabit kembar ini menyerahi amanah kepemimpinan. Tapi karena hal itu sudah menjadi kesepakatan para petinggi partai di Majelis Syuro amanah berat pun ia terima.

"Di PKS selalu seru sorong- sorongannya, saling menyilakan maju dan tidak ada kampanye untuk maju memimpin apalagi memakai politik uang," tutur direktur sebuah perusahaan penerbitan Asaddudin Pers itu.

Baginya jabatan bukanlah kesempatan untuk memupuk kekayaan atau berkuasa atas segalanya. Tapi jabatan adalah upaya untuk melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya. "Dengan diamanahi beban jabatan ini, saya sendiri mengucapkan inna lillahi wa inna ilaihi rajiun," ujarnya.

Usai mendapat mandat baru itu, yang sebelumnya selama enam bulan juga ia terima sebagai pejabat sementara (Pjs.), laki-laki kelahiran Bukitinggi, Sumatera Barat ini langsung mengumpulkan keluarganya untuk bermusyawarah dan mohon do'a restu. Karena menurutnya, tugasnya sebagai ketua umum semakin bertambah dan besar. Terlebih lagi untuk menghadapi Pemilu 2009.

Lantaran itulah, suami dari Sri Rahayu itu kini hampir 24 jam nafas dan jiwanya diperuntukkan untuk dakwah. Dari pagi hingga menjelang pagi Tifatul mengkonsep, menformulasikan dan menggalang kekuatan dakwah. Ia terus menggenjot kader-keder inti partai yang terkenal dengan slogan "Clean and Care" ini melebarkan sayapnya ke tengah-tengan masyarakat.

Upaya ini dilakukan, diakuinya, karena tantangan dakwah ke depan semakin komplek dan berat. Jika tidak hati-hati dalam mengelola dakwah dan partai , bisa-bisa dakwah partai ala aktivis tarbiyah ini bisa buyar dan pencapaian target pun tak maksimal. Untuk itulah, ayah tujuh anak ini terus melakukan konsolidasi ke dalam mau pun keluar.

"Kita akan membentuk sub-sistem. Di Legislatif, misalnya, kita sudah punya TPA, Tim Pengelola Anggota Legislatif. Untuk eksekutif mungkin punya TPE. Selanjutnya pengelolaan kader, juga kita buat sistemnya, pengelolaan struktur juga kita buat sistemnya," terangnya.

Piawai dalam Analisa dan Lobi Politik

Sebagai alumnus di bidang Manajemen Informatika, geliat dan informasi partai-partai politik (parpol) turut menjadi perhatiannya. Sebab, dinamika parpol-parpol itu secara langsung atau tidak juga berpengaruh bagi PKS. Karena itu pula dinamika perkembangan di partai-partai besar seperti PDIP, Partai Golkar, PKB dan partai-partai Islam menjadi penting untuk diamati.

"Lingkungan eksternal kita juga berubah. Kita tentu akan mencari peluang-peluang kita, dan apakah itu nanti akan memberi nilai-nilai positif buat kita atau nilai-nilai positif yang berkembang dalam sistem yang mereka namakan demokrasi di Indonesia ini," papar Tifatul, yang juga mantan pegawai PT PLN di Pusat Pengaturan Beban Jawa, Bali, Madura.

Tidak hanya itu, Tifatul juga telah membuat kontrak dengan para anggota legislatif dari PKS untuk tetap mengedapankan akhlak Islami dalam berpolitik di parlemen. Maka tak heran, jika ada indikasi pelanggaran etika, maka tak segan-segan, pihaknya akan menjatuhkan sanksi.

Demikian pula halnya dengan kontrak politik dengan Pemerintahan SBY-Kalla. PKS sebagai the rullling party bersama pemerintahan SBY-Kalla berkomitmen terus mengawal sekaligus mengoreksi pemerintahan SBY-Kalla jika melenceng dari perjanjian. Makanya, setiap ada rencana pembuatan kebijakan publik, PKS selalu dilibatkan. Misal, soal pencalonan Komjen Sutanto menjadi Kapolri. "Juga bagaimana merespon setiap saat koalisi kita dengan pemerintah pusat, maupun koalisi di dalam Pilkada di banyak daerah," tuturnya.

Menghadapi situasi politik 2009 dan pemilu lokal (Pilkada), jauh-jauh hari Tifatul telah membuat dan merancang pemenangan jago-jagonya untuk bersaing dengan kandidat lain. Dia jugalah yang memetakan angka-angka perolehan suara kadernya. Setidaknya di 18 daerah ada kader PKS yang menjadi orang nomor satu atau dua di daerah yang bersangkutan. Walikota Kota Depok terpilih Nurmahmudi Ismail contohnya.

Selain di Depok, kader-kader PKS juga mendapat kepercayaan masyarakat di Serang, Bangka Barat, Sukabumi, Halmahera Selatan, Bandar Lampung, Bengkulu, Solok Selatan, Kota Semarang, Kota Pekalongan, Kota Rembang, Tanjung Pinang, Kep. Riau, "Dan , insya Allah di Banjarmasin," katanya.

Melihat perkembangan yang positif ini, Tifatul berharap PKS pada Pemilu 2009 bisa leading menjadi partai dua besar. Tenaga, pikiran, kader dan semua kekuatan akan dikerahkan untuk mensukseskan cita-cita besar itu. Alhasil PKS pada Pemilu mendatang mampu meraup 22 juta suara. Modal inilah yang barang kali akan dijadikan stand by partai yang berkantor di bilangan Mampang Prapatan untuk mengajukan calon presiden dari kadernya.

Rencana spektakuler ini bukanlah sekadar mimpi. Dalam hitungan yang sederhana dan riil, PKS pada Pemilu 2004, kemarin, telah membuktikanya. "Jadi kita melompat dari yang impossible, dari 1,4 juta suara ke 8,3 juta. Ini artinya melompat 6 kali lebih. Kader pun melompat hampir 20 kali lipat. Nah, bagaimana me-maintance-nya. Begitu juga legislatif dari 191 orang menjadi 1.112 orang, juga melompat 10 kali," papar laki-laki yang pernah belajar ilmu politik internasional di Islamabad, Pakistan itu.

Karena itu pula, Tifatul berujar, selain ingin mendongkrak perolehan suara sampai 20%, pihaknya juga berharap jumlah anggota legislatif (aleg) PKS naik meroket. Misal, dari angka 1.112 menjadi 3.500 aleg.

Sebagai partai dakwah, dituturkannya, PKS tidak mau terbuai dengan perebutan kekuasaan semata. Lantaran itu, kendati pemilu sudah usai, partai ini tetap terus berkiprah di masyarakat. Ketika gempa bumi datang, busung lapar dan polio dan muntaber menyapa anak-anak Indonesia, ratusan kader PKS secepat kilat dikirim ke daerah-daerah tersebut. "Kita turun sangat intensif. Juga di Nabire, Alor, Poso, Nias juga. Kita kirim ratusan relawan, ada dokter 20 orang. Kita kan tetap care (peduli) yang demiikian," katanya.

Nafas dan Keluarganya untuk Dakwah

Kegigihan dan keuletan berdakwah ini, sering membuat mantan Ketua Wilayah Dakwah (Wilda) I PKS itu istirahat (tidur) hanya beberapa jam. Pasalnya, ia harus pulang ke rumah sudah larut malam. Istirahat sehari-semalam cuma 2 sampai dengan 4 jam. "Iya kadang-kadang begitu," katanya singkat.

Kendati demikian, urusan keluarga tak pernah ia abaikan. Sisa-sisa waktun yang ada ia selipkan untuk bercanda dan silaturahmi dengan anak, istri, keluarga serta tetangga.

"Biasanya saya pagi-pagi menyiapkan waktu bertemu dengan anak. Karena saya masih mengantarkan mereka dengan motor ke sekolah. Ini untuk menjaga keakarban dengan mereka supaya perasaan punya ayah itu masih kuat. Saya cari waktu untuk mengajak jalan-jalan," kisah Tifatul.

Karena itu pula, dakwah sudah menjadi bagian hidup Tifatul. "Kesibukan seorang da'i itu hampir nyaris tidak kenal waktu. Kapan saja harus siap," ujarnya menambahkan.

Keluarga Tifatul memang sudah terbiasa kehidupan seperti ini. Maklum di antara mereka saling memahami. Apalagi, Tifatul di mata keluarganya adalah figur da'i yang dan pemimpin rumah tangga yang bersahaja dan bijaksana.

Menekuni dakwah dan partai bagi Tifatul dan keluarganya adalah kenikmatan tersendiri. Justru dari sinilah kebahagiaan itu mudah diraih dan dinikmati oleh banyak orang. "Alhamdulillah setahap demi setahap kita melihat perkembangan yang bagus," urainya.

Walupun sibuk aktif berdakwah dan berpartai laki-laki kelahiran 28 September 1961 ini juga tetap mengomandani bisnis penerbitan buku yang didirikannya, Asaduddin Press. Tapi setelah pucuk estafet kepemimpinan PKS ada di pundaknya, otomatis waktu untuk mengurus bisnisnya tinggal sedikit. "Sejak saya memegang amanah di partai ini, sudah agak kurang waktu ke sana. Tapi masih jalan terus," tutur mantan aktivis Pelajar Islam Indonesia (PII) ini.

Soal dunia dakwah, diakui Tifatul, sejak remaja ia sudah terlibat aktif di remaja mushalla dan masjid. Kegiatan itu kemudian ia asah terus sampai di bangku kuliah. Demikian juga setelah lulus dari kampus. Selesai menyelesaikan S1-nya di Sekolah Tinggi Ilmu Komputer (STIK) Trisakti, ia bergabung dengan tokoh-tokoh dakwah dan tarbiyah. Antara lain bergabung dengan Yayasan Pendidikan Nurul Fikri dan Korps Mubaligh Khairu Ummah.

Saat menimba ilmu bidang International Politic Center for Asian Studies Strategic di Islamabad, Pakistan, mantan Humas DPP Partai Keadilan (PK), ini tak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk berguru, berdialog, tukar pikiran dan menambah wawasan dari ulama-ulama dan gerakan dakwah setempat. Wajar kemudian, bila Tifatul sejak awal ikut membidani berdirinya PK, embrio PKS. Dan dapat dimaklumi pula jika dalam perjalanan kepemimpinan partai yang dikenal bersih dari korupsi ini selalu mendapat amanah yang strategis. Sebelum dibai'at secara aklamasi oleh Majelis Syuro yang berjumlah 49 dari perwakilan tiap daerah di seluruh Tanah Air dan lembaga-lembaga tinggi partai sebagai Ketua Umum PKS, ia pernah diserahi amanah Pjs. Ketua Umum, Ketua DPP Wilda I yang meliputi seluruh pulau Sumatera, dan Humas Partai.

Tak Ada Cita-cita Jadi Politisi

Tifatul mengungkapkan, sejak kecil dirinya tidak ada cita-cita untuk menjadi politisi. Tapi berkat pergaulan di antara dan bersama kolega-koleganya sesama aktivis Islam itulah yang membuatnya melebur dan mengkristal mendirikan partai politik. "Tidak ada (jadi politisi, red). Kita berpolitik juga baru ketika ada PK. Saya salah seorang pendirinya. Kita ingin memperbaiki keadaan," tuturnya memberi alasan.

Dalam dunia politik, pengalamannya memang tergolong masih baru. Tapi, asal boleh tahu, pria yang murah senyum ini, jago lobi dan mengalisisa peta politik. Sebut saja misalnya, mengapa PKS dalam Pilpres putaran II mendukung SBY-Kalla. Karena sejak semula, yakni pada putaran I, Tifatul juga sudah cenderung ke capres yang diusung Partai Demokrat, Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI). Tapi, karena Majelis Syuro belum sepakat dengan pandangan dan analisanya, maka pilihan jatuh ke Amien-Siswono. Fakta menunjukkan, feelling dan insting politik Tifatul menjadi kenyataan.

Karena kepiawaiannya dalam main politik inilah, wajar saja kalau kemudian pada bulan akhir Mei 2005, kemarin, ia dikukuhkan untuk meneruskan tugasnya sebagai penggerak gerbong partai yang memeliki kursi di DPR 45 aleg itu. Ia juga dikenal sebagai pemimpin partai yang pekerja keras. "Tapi saya juga bisa lembut," tukasnya dengan logat Batak.

Di mata Ketua Kebijakan Publik DPP PKS, Tb. Sumanjaya, Tifatul adalah sosok yang mampu melanjutkan visi-misi partai. "Ia memenuhi standar untuk menjadi Ketua Umum," ujarnya. Anggota Majelis Pertimbangan Partai (MPP) itu menilai, kinerja Tifatul selama ini tidak mengecewakan partai. "Manajemen informasinya bagus," sambungnya.

Hal senada juga disampaikan pengurus DPD PKS Jakarta Selatan Nur Aulia. Menurutnya, Tifatul adalah figur yang meyenangkan bila diajak bicara, baik ia sudah kenal dengan orang itu maupun belum. "Ia familiar, sederhana dan mau mendengar pihak lain," imbuhnya.

Sebagai Ketua Umum Partai, ia didampingi Anis Matta sebagai Sekjen, Dr. Surahman Hidayat sebagai Ketua Dewan Syari’ah Pusat (Maktab Haiah Syar’iyah, Mufti ’Am dan Qodhi ’Am), Drs. Suharna Surapranata sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (Maktab Isytisyari, Drs. Mahfudz Abdurrahman sebagai Bendahara Umum, dan KH Hilmi Aminuddin sebagai Ketua Majelis Syuro. (Sumber: eramuslim)

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS),periode 2005-2010
Alamat Kantor: Kantor Pusat DPP Partai Keadilan Sejahtera
Gedung Dakwah Keadilan
Jl. Mampang Prapatan Raya No. 98 D-E-F
Jakarta Selatan, Indonesia
Telp +62-21-7995425
Fax +62-21-7995433

Readmore »

8.12.2008

Isi Waktu Luang Dengan Berbuat!

Orang-orang yang banyak menganggur dalam hidup ini, biasanya akan
menjadi penebar isu dan desas desus yang tak bermanfaat. Itu karena akal
pikiran mereka selalu melayangdayang tak tahu arah. Dan,
{Mereka rela berada bersama orang-orang yang tidak pergi berperang.}
(QS. At-Taubah: 87)
Saat paling berbahaya bagi akal adalah manakala pemiliknya
menganggur dan tak berbuat apa-apa. Orang seperti itu, ibarat mobil yang
berjalan dengan kecepatan tinggi tanpa sopir, akan mudah oleng ke kanan
dan ke kiri.
Bila pada suatu hari Anda mendapatkan diri Anda menganggur tanpa
kegiatan, bersiaplah untuk bersedih, gundah, dan cemas! Sebab, dalam
keadaan kosong itulah pikiran Anda akan menerawang ke mana-mana;
mulai dari mengingat kegelapan masa lalu, menyesali kesialan masa kini,
hingga mencemaskan kelamnya masa depan yang belum tentu Anda alami.
Dan itu, membuat akal pikiran Anda tak terkendali dan mudah lepas kontrol.
Maka dari itu, saya nasehatkan kepada Anda dan diriku sendiri bahwa
mengerjakan amalan-amalan yang bermanfaat adalah lebih baik daripada


terlarut dalam kekosongan yang membinasakan. Singkatnya, membiarkan
diri dalam kekosongan itu sama halnya dengan bunuh diri dan merusak
tubuh dengan narkoba.
Waktu kosong itu tak ubahnya dengan siksaan halus ala penjara Cina;
meletakkan si narapidana di bawah pipa air yang hanya dapat meneteskan
air satu tetes setiap menit selama bertahun-tahun. Dan dalam masa
penantian yang panjang itulah, biasanya seorang napi akan menjadi stres
dan gila.
Berhenti dari kesibukan itu kelengahan, dan waktu kosong adalah
pencuri yang culas. Adapun akal Anda, tak lain merupakan mangsa empuk
yang siap dicabik-cabik oleh ganasnya terkaman kedua hal tadi; kelengahan
dan si "pencuri".
Karena itu bangkitlah sekarang juga. Kerjakan shalat, baca buku,
bertasbih, mengkaji, menulis, merapikan meja kerja, merapikan kamar, atau
berbuatlah sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain untuk mengusir
kekosongan itu! Ini, karena aku ingin mengingatkan Anda agar tidak
berhenti sejenak pun dari melakukan sesuatu yang bermanfaat.
Bunuhlah setiap waktu kosong dengan 'pisau' kesibukan! Dengan
cara itu, dokter-dokter dunia akan berani menjamin bahwa Anda telah
mencapai 50% dari kebahagiaan. Lihatlah para petani, nelayan, dan para
kuli bangunan! Mereka dengan ceria mendendangkan lagu-lagu seperti
burung-burung di alam bebas. Mereka tidak seperti Anda yang tidur di
atas ranjang empuk, tetapi selalu gelisah dan menyeka air mata
kesedihan.
Readmore »

Jangan Mengharap "Terima Kasih" dari Seseorang

Allah menciptakan para setiap hamba agar selalu mengingat-Nya, dan
Dia menganugerahkan rezeki kepada setiap makhluk ciptaan-Nya agar
mereka bersyukur kepada-Nya. Namun, mereka justru banyak yang
menyembah dan bersyukur kepada selain Dia.
Tabiat untuk mengingkari, membangkang, dan meremehkan suatu
kenikmatan adalah penyakit yang umum menimpa jiwa manusia. Karena
itu, Anda tak perlu heran dan resah bila mendapatkan mereka mengingkari
kebaikan yang pernah Anda berikan, mencampakkan budi baik yang telah
Anda tunjukkan. Lupakan saja bakti yang telah Anda persembahkan.
Bahkan, tak usah resah bila mereka sampai memusuhi Anda dengan sangat
keji dan membenci Anda sampai mendarah daging, sebab semua itu mereka
lakukan adalah justru karena Anda telah berbuat baik kepada mereka.
{Dan, mereka tidak mencela (Allah dan Rasul-Nya) kecuali karena Allah dan
Rasul-Nya telah melimpahkan karunia-Nya kepada mereka.}
(QS. At-Taubah: 74)

Coba Anda buka kembali catatan dunia tentang perjalanan hidup ini!
Dalam salah satu babnya diceritakan: syahdan, seorang ayah telah memelihara
anaknya dengan baik. la memberinya makan, pakaian dan minum,
mendidikanya hingga menjadi orang pandai, rela tidak tidur demi anaknya,
rela untuk tidak makan asal anaknya kenyang, dan bahkan, mau bersusah
payah agar anaknya bahagia. Namun apa lacur, ketika sudah berkumis lebat
dan kuat tulang-tulangnya, anak itu bagaikan anjing galak yang selalu
menggonggong kepada orang tuanya. la tak hanya berani menghina, tetapi
juga melecehkan, acuh tak acuh, congkak, dan durhaka terhadap orang
tuanya. Dan semua itu, ia tunjukkan dengan perkataan dan juga tindakan.
Karena itu, siapa saja yang kebaikannya diabaikan dan dilecehkan
oleh orang-orang yang menyalahi fitrahnya, sudah seyogyanya menghadapi
semua itu dengan kepala dingin. Dan, ketenangan seperti itu akan
mendatangkan balasan pahala dari Dzat Yang perbendaharaan-Nya tidak
pernah habis dan sirna.
Ajakan ini bukan untuk menyuruh Anda meninggalkan kebaikan yang
telah Anda lakukan selama ini, atau agar Anda sama sekali tidak berbuat
baik kepada orang lain. Ajakan ini hanya ingin agar Anda tak goyah dan
terpengaruh sedikitpun oleh kekejian dan pengingkaran mereka atas semua
kebaikan yang telah Anda perbuat. Dan janganlah Anda pernah bersedih
dengan apa saja yang mereka perbuat.
Berbuatlah kebaikan hanya demi Allah semata, maka Anda akan
menguasai keadaan, tak akan pernah terusik oleh kebencian mereka, dan
tidak pernah merasa terancam oleh perlakuan keji mereka. Anda harus
bersyukur kepada Allah karena dapat berbuat baik ketika orang-orang di
sekitar Anda berbuat jahat. Dan, ketahuilah bahwa tangan di atas itu lebih
baik dari tangan yang di bawah.
{Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk
mengharapkan keridhaan Allah. Kami tidak mengharapkan balasan dari kamu
dan tidak pula (ucapan) terima kasih.}
(QS. Al-Insan: 9)
Masih banyak orang berakal yang sering hilang kendali dan menjadi
kacau pikiranya saat menghadapi kritikan atau cercaan pedas dari orangorang
sekitarnya. Terkesan, mereka seolah-olah belum pernah mendengar
wahyu Ilahi yang menjelaskan dengan gamblang tentang perilaku golongan
manusia yang selalu mengingkari Allah. Dalam wahyu itu dikatakan:
{Tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui
(jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk
(menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang
melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan.}
(QS. Yunus: 12)
Anda tak perlu terkejut manakala menghadiahkan sebatang pena
kepada orang bebal, lalu ia memakai pena itu untuk menulis cemoohan
kepada Anda. Dan Anda tak usab kaget, bila orang yang Anda beri tongkat
untuk menggiring domba gembalaannya justru memukulkan tongkat itu ke
kepala Anda. Itu semua adalah watak dasar manusia yang selalu mengingkari
dan tak pernah bersyukur kepada Penciptanya sendiri Yang Maha Agung
nan Mulia. Begitulah, kepada Tuhannya saja mereka berani membangkang
dan mengingkari, maka apalagi kepada saya dan Anda.

Readmore »

Biarkan Masa Depan Datang Sendiri

{Telah pasti datangnya ketetapan Allah, maka janganlah kamu meminta agar
disegerakan (datang)nya.}
(QS. An-Nahl: 1)
Jangan pernah mendahului sesuatu yang belum terjadi! Apakah Anda
mau mengeluarkan kandungan sebelum waktunya dlkAhirkan, atau memetik
buah-buahan sebelum masak? Hari esok adalah sesuatu yang belum nyata
dan dapat diraba, belum berwujud, dan tidak memiliki rasa dan warna.
Jika demikian, mengapa kita harus menyibukkan diri dengan hari esok,
mencemaskan kesialan-kesialan yang mungkin akan terjadi padanya,
memikirkan kejadian-kejadian yang akan menimpanya, dan meramalkan
bencana-bencana yang bakal ada di dalamnya? Bukankah kita juga tidak
tahu apakah kita akan bertemu dengannya atau tidak, dan apakah hari
esok kita itu akan berwujud kesenangan atau kesedihan?

Yang jelas, hari esok masih ada dalam alam gaib dan belum turun ke
bumi. Maka, tidak sepantasnya kita menyeberangi sebuah jembatan sebelumsampai di atasnya. Sebab, siapa yang tahu bahwa kita akan sampai atau
tidak pada jembatan itu. Bisa jadi kita akan terhenti jalan kita sebelum
sampai ke jembatan itu, atau mungkin pula jembatan itu hanyut terbawa
arus terlebih dahulu sebelum kita sampai di atasnya. Dan bisa jadi pula,
kita akan sampai pada jembatan itu dan kemudian menyeberanginya.
Dalam syariat, memberi kesempatan kepada pikiran untuk memikirkan
masa depan dan membuka-buka alam gaib, dan kemudian terhanyut dalam
kecemasan-kecemasan yang baru di duga darinya, adalah sesuatu yang tidak
dibenarkan. Pasalnya, hal itu termasuk thulul amal (angan-angan yang terlalu
jauh). Secara nalar, tindakan itu pun tak masuk akal, karena sama halnya
dengan berusaha perang melawan bayang-bayang. Namun ironis, kebanyakan
manusia di dunia ini justru banyak yang termakan oleh ramalan-ramalan
tentang kelaparan, kemiskinan, wabah penyakit dan krmjekonomi yang
kabarnya akan menimpa mereka. Padahal, semua itu hanyalah bagian dari
kurikulum yang diajarkan di "sekolah-sekolah setan".
{Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh
kamu berbuat kejahatan (kikir), sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan
daripada-Nya dan karunia.}
(QS. Al-Baqarah: 268)
Mereka yang menangis sedih menatap masa depan adalah yang
menyangka diri mereka akan hidup kelaparan, menderita sakit selama
setahun, dan memperkirakan umur dunia ini tinggal seratus tahun lagi.
Padahal, orang yang sadar bahwa usia hidupnya berada di 'genggaman yang
lain' tentu tidak akan menggadaikannya untuk sesuatu yang tidak ada.
Dan orang yang tidak tahu kapan akan mati, tentu salah besar bila justru
menyibukkan diri dengan sesuatu yang belum ada dan tak berwujud.
Biarkan hari esok itu datang dengan sendirinya. Jangan pernah
menanyakan kabar beritanya, dan jangan pula pernah menanti serangan
petakanya. Sebab, hari ini Anda sudah sangat sibuk.
Jika Anda heran, maka lebih mengherankan lagi orang-orang yang
berani menebus kesedihan suatu masa yang belum tentu matahari terbit di
dalamnya dengan bersedih pada hari ini. Oleh karena itu, hindarilah anganangan
yang berlebihan.


Readmore »

Hari Ini Milik Anda

Jika kamu berada di pagi hari, janganlah menunggu sore tiba. Hari
inilah yang akan Anda jalani, bukan hari kemarin yang telah berlalu dengan
segala kebaikan dan keburukannya, dan juga bukan esok hari yang belum
tentu datang. Hari yang saat ini mataharinya menyinari Anda, dan siangnya
menyapa Anda inilah hari Anda.
Umur Anda, mungkin tinggal hari ini. Maka, anggaplah masa hidup
Anda hanya hari ini, atau seakan-akan Anda dllahirkan hari ini dan akan
mati hari ini juga. Dengan begitu, hidup Anda tak akan tercabik-cabik
diantara gumpalan keresahan, kesedihan dan duka masa lalu dengan
bayangan masa depan yang penuh ketidakpastian dan acapkali menakutkan.
Pada hari ini pula, sebaiknya Anda mencurahkan seluruh perhatian,
kepedulian dan kerja keras. Dan pada hari inilah, Anda harus bertekad
mempersembahkan kualitas shalat yang paling khusyu', bacaan al-Qur'an
yang sarat tadabbur, dzikir dengan sepenuh hati, keseimbangan dalam segala
hal, keindahan dalam akhlak, kerelaan dengan semua yang Allah berikan,
perhatian terhadap keadaan sekitar, perhatian terhadap kesehatan jiwa dan
raga, serta perbuatan baik terhadap sesama.


Pada hari dimana Anda hidup saat inilah sebaiknya Anda membagi
waktu dengan bijak. Jadikanlah setiap menitnya laksana ribuan tahun dan
setiap detiknya laksana ratusan bulan. Tanamlah kebaikan sebanyakbanyaknya
pada hari itu. Dan, persembahkanlah sesuatu yang paling indah
untuk hari itu. Ber-istighfar-lah atas semua dosa, ingatlah selalu kepada-
Nya, bersiap-siaplah untuk sebuah perjalanan menuju alam keabadian, dan
nikmatilah hari ini dengan segala kesenangan dan kebahagiaan! Terimalah
rezeki, isteri, suami, anak-anak, tugas-tugas, rumah, ilmu, dan jabatan Anda
hari dengan penuh keridhaan.
{Maka berpegangteguhlah dengan apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah
kamu termasuk orang yang bersyukur.}
(QS. Al-A'raf: 144)
Hiduplah hari ini tanpa kesedihan, kegalauan, kemarahan, kedengkian
dan kebencian.
Jangan lupa, hendaklah Anda goreskan pada dinding hati Anda satu
kalimat (bila perlu Anda tulis pula di atas meja kerja Anda): Harimu adalah
hari ini. Yakni, bila hari ini Anda dapat memakan nasi hangat yang harum
baunya, maka apakah nasi basi yang telah Anda makan kemarin atau nasi
hangat esok hari (yang belum tentu ada) itu akan merugikan Anda?
Jika Anda dapat minum air jernih dan segar hari ini, maka mengapa
Anda harus bersedih atas air asin yang Anda minum kemarin, atau
mengkhawatirkan air hambar dan panas esok hari yang belum tentu terjadi?
Jika Anda percaya pada diri sendiri, dengan semangat dan tekad yang
kuat Anda, maka akan dapat menundukkan diri untuk berpegang pada
prinsip: aku hanya akan hidup hari ini. Prinsip inilah yang akan menyibukkan
diri Anda setiap detik untuk selalu memperbaiki keadaan, mengembangkan
semua potensi, dan mensucikan setiap amalan.
Dan itu, akan membuat Anda berkata dalam hati, "Hanya hari ini
aku berkesempatan untuk mengatakan yang baik-baik saja. Tak berucap
kotor dan jorok yang menjijikkan, tidak akan pernah mencela, menghardik
dan juga membicarakan kejelekan orang lain. Hanya hari ini aku
berkesempatan menertibkan rumah dan kantor agar tidak semrawut dan
berantakan. Dan karena hanya ini saja aku akan hidup, maka aku akan
memperhatikan kebersihan tubuhku, kerapian penampilanku, kebaikan tutur
kata dan tindak tandukku."
Karena hanya akan hidup hari ini, maka aku akan berusaha sekuat
tenaga untuk taat kepada Rabb, mengerjakan shalat sesempurna mungkin,
membekali diri dengan shalat-shalat sunah nafilah, berpegang teguh pada
al-Qur'an, mengkaji dan mencatat segala yang bermanfaat.
Aku hanya akan hidup hari ini, karenanya aku akan menanam dalam
hatiku semua nilai keutamaan dan mencabut darinya pohon-pohon kejahatan
berikut ranting-rantingnya yang berduri, baik sifat takabur, ujub, riya', dan
buruk sangka.
Hanya hari ini aku akan dapat menghirup udara kehidupan, maka
aku akan berbuat baik kepada orang lain dan mengulurkan tangan kepada
siapapun. Aku akan menjenguk mereka yang sakit, mengantarkan jenazah,
menunjukkan jalan yang benar bagi yang tersesat, memberi makan orang
kelaparan, menolong orang yang sedang kesulitan, membantu yang orang
dizalimi, meringankan penderitaan orang yang lemah, mengasihi mereka
yang menderita, menghormati orang-orang alim, menyayangi anak kecil,
dan berbakti kepada orang tua.
Aku hanya akan hidup hari ini, maka aku akan mengucapkan, "Wahai
masa lalu yang telah berlalu dan selesai, tenggelamlah seperti mataharimu.
Aku tak akan pernah menangisi kepergianmu, dan kamu tidak akan pernah
melihatku termenung sedetik pun untuk mengingatmu. Kamu telah
meninggalkan kami semua, pergi dan tak pernah kembali lagi."
"Wahai masa depan, engkau masih dalam kegaiban. Maka, aku tidak
akan pernah bermain dengan khayalan dan menjual diri hanya untuk sebuah
dugaan. Aku pun tak bakal memburu sesuatu yang belum tentu ada, karena
esok hari mungkin tak ada sesuatu. Esok hari adalah sesuatu yang belum
diciptakan dan tidak ada satu pun darinya yang dapat disebutkan."
"Hari ini milik Anda", adalah ungkapan yang paling indah dalam
"kamus kebahagiaan". Kamus bagi mereka yang menginginkan kehidupan
yang paling indah dan menyenangkan.
Readmore »

8.08.2008

Makna Kemerdekaan

Bulan juli telah berakhir dan agustus sudah datang menghampiri kita, banyak sekali moment yang dimanfaatkan dalam mengisi hari kemerdekaan republik indonesia ke-63 mulai dari panjat pinang, balap karung, adu kelereng. Dan lain-lain.
Kita sebagai bangsa yang menghargai jasa para pahlawan yang telah berjuang sampai titik darah penghabisan sudah sepantasnya menghormati dan merayakan kemerdekaan ini. Sebagai suatu wujud kecintaan kepada bangsa dan negara, dari sabang sampai merauke bertekad dan bersatu tuk memeriahkannya. sangat sakral sekali bahawa kemerdekaan ini merupakan tonggak bersejarah lahirnya bangsa tercinta ini .

Benarkah bangsa kita sudah merdeka?orang menjawab mungkin sudah merdeka namun dibalik semuanya itu kemerdekaan bangsa Indonesia masih saja terpuruk dalam berbagai bidang, perpecahan antar pulau, suku, mulai terjadi dimana-mana. Para politisi dan ahli banyak yang ingin memecahkan satu wilayah menjadi beberapa wilayah jadi dimana slogan indonesia yang "berBhineka Tunggal Ika" dijunjung tinggi sejak jaman perjuangan.
.Maka sudah sepantasnyalah sebagai elemen bangsa untuk tetap teguh dan tegar menjaga amanat pahlawan bangsa yaitu dengan memperingati kemerdekaan ini dengan hal-hal yang positif.yang akhirnya dapat membawa bangsa kearah kemajuan dalam berbagai bidanga, indikasi semua itu akan terwujud jika masyarakat mamou dan mau bekerjasama dalam mengisi dan memanfaatkan kemerdekaan ini.
merdeka....merdeka....merdeka....!!!!!!!
Dan semoga dengan Moment yang ke 63 ini semua elemen tergugah untuk dapat bangkit menuju Indonesia satu, tanpa ada perbedaan baik dari segi ras, suku, bahasa, bangsa karena kita adalah satu untuk Indonesia tercinta.
Readmore »

Kekuatan Bersyukur

Setelah lama tidak ngoprek blog lagi,,ehhhh langsung update abis2an dech hehehe....berikut ini adalah kutipan motivasi yang saya kutip dari Bapak Andrie Wongso selamat menikmati (emangnya makananan dinikmati)

Dikisahkan, ada seorang pemuda mendatangi pamannya yang berhasil menjadi pengusaha sukses. Dia ingin tahu, apa rahasia di balik sukses pamannya menjalankan beragam bisnis yang dimilikinya. Pamannya memang terhitung sangat mumpuni dalam berbagai bidang usaha. Ia di antaranya menjadi pemilik beberapa gerai berlisensi, distributor besar besi baja, pengusaha ekspor impor produk retail. Ia bahkan juga sukses menjadi seorang investor saham yang sangat piawai dan memiliki berbagai investasi yang menjanjikan.

"Paman, bolehkah aku bertanya?"

Sang paman pun tersenyum kepada keponakannya, "Apa yang bisa Paman tahu, pasti akan Paman jawab semua pertanyaanmu."

Si pemuda lantas meneruskan pertanyaannya, "Saya sangat kagum pada keberhasilan Paman. Kalau boleh tahu, apa rahasia sukses Paman hingga memiliki beragam bisnis yang berbeda, tapi rata-rata bisa sukses seperti saat ini? Padahal, saya tahu bahwa pendidikan Paman tidak cukup tinggi, bahasa Inggris pun belepotan. Hebatnya, saya lihat sendiri, orang-orang yang bekerja sama dengan Paman rata-rata justru berpendidikan jauh di atas Paman. Bagaimana bisa begitu paman? Saya benar-benar ingin tahu dan belajar dari Paman," ungkap si keponakan.

"Hahaha, paman sih hanya mengandalkan insting dan berkat Tuhan," jawab si paman sambil tertawa lebar.

Mendapat jawaban yang kurang memuaskan, si pemuda langsung mencecar dengan pertanyaan, "Insting? Apa maksud Paman? Berkat Tuhan? Kenapa Tuhan bisa memilih Paman untuk diberkati?"

"Begini, pertama-tama, jujur paman akui bahwa pamanmu ini memang tidak berpendidikan formal, tetapi bukan tidak terdidik. Justru karena pendidikan paman rendah, paman memulai segala sesuatu melalui jalur trial and error. Dan, jika dihitung dengan uang, pendidikan yang paman tempuh biayanya sungguh sangat besar. Sama dengan biaya di sekolah formal, malahan bisa-bisa lebih mahal. Orang tahunya paman yang sukses hari ini. Orang mungkin tidak pernah tahu berapa kali paman jatuh bangun mendirikan bisnis ini. Pengalaman mengajarkan, tidak peduli berapa kali kita jatuh, pastikan bangun lagi! Akhirnya paman pun berhasil menguasai ‘know how' bisnis dengan baik. Dan, setelah paman berhasil menanamkan fondasi dan mulai merangkak naik, juga tidak lantas berpuas diri. Ingat, semakin tinggi pijakan kita, angin pun semakin kencang dan selalu berubah arah. Maka di dunia usaha yang terus berubah, kita harus pandai-pandai belajar membaca arah dan perubahan angin. Setelah itu, barulah mengatur bagaimana manajemen yang baik dan mendelegasikan pekerjaan melalui anak-anak muda yang berpendidikan tinggi seperti kamu," terang paman panjang lebar.

Si pemuda tampak memerhatikan dengan serius semua ucapan sang paman. Ia kemudian menyela, "Lantas, bagaimana Paman menyebut bahwa diri Paman diberkati Tuhan?"

"Tuhan memberi berkat kepada setiap manusia. Tergantung Kita yang menerima, bagaimana mengelola, memanfaatkan, dan mengembangkan berkat itu dengan kemampuan kita yang luar biasa! Maka, paman selalu percaya, berkat Tuhan selalu tersedia untuk paman! Bagaimana, puas dengan pelajaran hari ini?" sebut paman masih dengan senyuman hangatnya.

"Terima kasih Paman. Saya berjanji akan belajar mengelola berkat seperti yang telah Paman lakukan. Tolong jangan bosan mengajari saya ya paman".

sumber http://www.andriewongso.com
Readmore »